This is an example of a HTML caption with a link.

Minggu, 13 Mei 2012

Kisah Sukses Penjual Sake



Akio Morita lahir 26 Januari  1921 di Nagoya,Ia lahir dari sebuah keluarga pembuat sake.Sejak kecil Morita sangat senang mengutak atik peralatan elektronik.Pelajaran favoritnya ketika duduk di bangku pendidikan dasar sampai p sekolah tinggi adalah Matematika dan Fisika.Setelah lulus sekolah tinggi ia meneruskan pendidikanya di Universitas Osaka Imperial dengan mengambil  jurusan fisika.
Pada tanggal 7 Mei 1946, Ibuka dan Morita mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) dengan sekitar 20 karyawan dan modal awal 190.000 ¥. Pada waktu itu, Ibuka telah berumur 38 tahun dan Morita 25 tahun.

Selama kemitraan mereka yang panjang, Ibuka mengabdikan dirinya dalam bidang teknologi energi untuk penelitian dan pengembangan produk, sementara Morita berperan penting dalam memimpin bidang pemasaran, globalisasi, keuangan dan sumber daya manusia. Morita juga mempelopori Sony masuk ke dalam bisnis perangkat lunak, dan ia memberikan kontribusi kepada keseluruhan manajemen perusahaan.
Pada tahun 1958 Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) resmi berganti nama menjadi Sony,sebuah keputusan yang tidak diterima dengan baik di dalam atau di luar perusahaan karena Tsushin Tokyo Kogyo sudah dikenal secara luas.Untuk pandangan semacam itu, Morita menegaskan bahwa sudah saatnya mengubah nama perusahaan agar lebih mudah untuk diucapkan dan diingat, agar perusahaan dapat tumbuh dan meningkatkan persaingan perusahaan secara global.Selain itu, Morita beralasan bahwa suatu saat perusahaan akan membuat produk-produk baru selain elektronik dan nama Tsushin Tokyo Kogyo akan tidak lagi sesuai.Oleh karena itu, ia mengubah namanya menjadi Sony Corporation dan memutuskan untuk menulis 'Sony' dalam abjad katakana (alfabet Jepang yang biasanya digunakan untuk menulis nama asing), sesuatu yang belum pernah terjadi pada waktu itu.
Pada tahun 1960, Sony Corporation of America didirikan di Amerika Serikat.Morita memutuskan untuk pindah ke AS bersama keluarganya dan memimpin untuk membuat pangsa pasar baru bagi perusahaan. Dia percaya bahwa Sony harus mengembangkan distribusi penjualan sendiri secara langsung, bukan mengandalkan dealer lokal.
Morita juga menunjukkan kemampuannya untuk melepaskan diri dari pemikiran konvensional di sektor keuangan, ketika Sony mengeluarkan American Depositary di Amerika Serikat pada 1961.Ini adalah pertama kalinya bahwa sebuah perusahaan Jepang telah menawarkan saham di New York Stock Exchange, dan ini memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan modal tidak hanya di Jepang.Sony membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan Jepang untuk meningkatkan modal asing, pada saat praktik umum manajemen Jepang adalah untuk meminjam dana dari bank.
Pada tahun 1968, perusahaan perangkat lunak memasuki bisnis musik di Jepang dengan mendirikan CBS / Sony Group Inc bersama-sama dengan CBS, Inc Amerika Serikat.Kemudian pada tahun 1979, Sony memasuki bisnis keuangan di Jepang dengan mendirikan Sony Prudential Life Insurance Co Ltd, perusahaan patungan 50-50 dengan The Prudential Life Insurance Co of America. Selanjutnya, Sony mengakuisisi CBS Records Inc pada tahun 1988.Tahun berikutnya, Sony mengakuisisi Columbia Pictures Entertainment, Inc, memungkinkan perusahaan untuk menjadi perusahaan entertainment yang komprehensif yang memiliki kualitas perangkat lunak dan perangkat keras yang sangat baik.
Morita adalah orang Jepang pertama yang dianugerahi Medali Albert dari United Kingdom's Royal Society of Arts pada tahun 1982.Pada tahun 1984, ia menerima penghargaan dari National Order of the Legion of Honor (Ordre National de la Légion d'Honneur), yang tertinggi dan paling bergengsi dari Prancis, dan pada tahun 1991, ia dianugerahi Penghargaan First Class Order of the Sacred Treasure dari Kaisar Jepang.Selain itu, Morita menerima sejumlah penghargaan dari negara-negara seperti Austria, Belgia, Brasil, Jerman, Spanyol, Belanda, dan Amerika Serikat.(Ricky Kristiyanto)

Referensi




Sabtu, 05 Mei 2012

Nikmatnya Wingko Babat

Wingko atau sering disebut juga Wingko babat adalah makanan tradisional khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa dan bahan-bahan lainnya. Wingko sangatlah terkenal di pantai utara pulau Jawa. Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue. Di pulau Jawa, Wingko juga sering menjadi oleh-oleh untuk keluarga, yang menjadikan kue ini terkenal. 
Wingko biasanya berbentuk bundar dan agak keras serta biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini.
Wingko yang paling terkenal dibuat di Semarang. Ini menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa wingko juga berasal dari kota ini. Meskipun demikian, wingko babat sebenarnya berasal dari Babat. Ini adalah daerah kecil di Lamongan, Jawa Timur.
Dari kota Babat, Lamongan, Jawa Timur, penganan bernama wingko itu berawal. Dimulai sejak permulaan abad ke-20, ketika warga keturunan China memulainya lewat industri rumahan. Wingko Babat Loe Lan Ing bisa disebut sebagai ujung tombak terlahirnya wingko babat yang kini kita kenal.
Loe Lan Ing (LLI) merupakan salah satu toko wingko tertua di kota Babat. Bahkan, kemasannya pun sampai hari ini tetap dibuat apa adanya, dasar putih dengan tulisan biru-merah, mengingatkan pada jajanan di tahun 1960-an. Rasa wingko babat asal Babat, Lamongan sangat kenyal pulen dan gurih tentunya. Legit ketannya yang bikin orang ketagihan.
Mulai dari proses pengolahannya yang masih tradisional, yaitu dengan cara menumbuk halus beras ketan hingga memarut kelapa yang mana kedua bahan tersebut merupakan bahan dasar dari wingko babat. Dan sekitar tahun 1950-an, proses pembuatan wingko babat mulai menggunakan mesin dalam proses pembuatannya hingga sekarang. Kini usaha Wingko Babat Loe Lan Ing dikelola oleh Ibu Kristiana sebagai generasi ke-4 dalam keluarga.
Dalam proses pembuatannya yang tidak menggunakan bahan pengawet, Wingko Babat Loe Lan Ing hanya bisa bertahan selama 5-6 hari saja. Selain melayani beberapa pesanan dan menyuplai ke beberapa pedagang, Wingko Babat Loe Lan Ing juga menyediakan sebuah ruko yang menyatu dengan pabriknya langsung. Lokasinya berada di Jl. Raya 189 Babat, Lamongan ini biasanya mulai buka dari jam 7 pagi sampai jam ±10 malam. Tapi kalau ingin mendapatkan wingko dalam jumlah banyak dan masih hangat (fresh), sebaiknya kita datang setelah jam 12 siang, karena proses pembuatan wingko dimulai dari jam tersebut. Untuk mencapai lokasinya, bisa diakses lewat Jl. Widang belok ke arah barat menuju Jl. Raya Babat, atau bisa juga melalui Jl. Bojonegoro-Jombang ke arah utara. Namun sebaiknya berhati-hati kalau mau kelokasi pada saat musim hujan, karena beberapa jalan raya babat ada yang digenangi air yang tingginya sekitar ±15 cm.
Wingko Babat Loe Lan Ing ini cukup kenyal (pulen), gurih dan juga manis, terasa sekali kelapa dan ketannya yang murni tanpa campuran. Kemasannya yang masih cukup sederhana, biasanya dijual dalam kemasan kantong plastik berisi 20 bungkus. Tapi bagi yang ingin mencoba dengan membeli bijian, juga tetap akan dilayani dengan baik. Kalau masalah harga cukup bersaing, untuk sekantong dibandrol dengan harga 45ribu rupiah. Sedangkan untuk bijian, 2.500 rupiah untuk ukuran kecil dan 12ribu rupiah untuk ukuran besar. Dalam perkembanganya, Wingko Babat Loe Lan Ing ditransformasikan ke dalam beberapa rasa, ada rasa cokelat, nangka, keju, pisang dan beberapa rasa lainnya. (Ricky Kristiyanto)

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Wingko_babat
http://lipsus.kompas.com/jalanjalan/read/2011/03/08/08083091/Warisan.dari.Tanah.Babat
http://food.detik.com/read/2011/01/19/111623/1549685/482/wingko-yang-bukan-asli-semarang
http://wisatakuliner.com/kuliner/pusat-oleh-oleh/item/wingko-babat-loe-lan-ing.html
https://www.facebook.com/pages/WINGKO-BABAT-ASLI-SINCE-1951/141741342069